Tuesday, March 12, 2013

Travelling to West Sumatra

kali ini saya akan membagi pengalaman kunjungan singkat saya ke propinsi sumatra barat,  salah satu propinsi di indonesia yang terkenal dengan restorannya dan sudah tersebar dari ujung kota melbourne sampe kota amsterdam :),

Ranca Bana!


itu pertama kali yang saya bisa katakan ketika menginjakan kaki di sumatra barat, setelah keluar
dari bandara minangkabau, saya langsung diantar ke bukittinggi dengan mobil sewaan, perjalanan sekitar 2 jam, mata saya seperti mendapatkan visual orgasm, gak menyangka sungguh indah pemandangannya tak seperti hutan2 di pulau kalimantan yang sudah mulai rusak oleh tangan2 jahil manusia...maknyooss deh :)

ditengah perjalanan kami mampir untuk sekedar foto di lembah anai, sebuah air terjun indah yang dapat dilihat dari pinggir jalan, cocok untuk sekedar melepas rasa lelah setelah perjalanan di pesawat tadi.





tujuan kami sebelum ke bukittinggi adalah ke batusangkar untuk melihat istano baso raja pagaruyung, agak berbelok sedikit..ditengah-tengah perjalanan di kota batusangkar supir saya merekomendasikan untuk membeli makanan khas sini yaitu tungku dakak-dakak, yaitu seperti kerupuk putih yang berasal dari tepung terigu dan rasanya memang enaaaakkkk..:), tokonya kecil terletak ditengah2 sawah hijau yang indah :) damn indonesia is so beautiful !


desa batusangkar

para perajin tungku daka-dakak
tungku dakak-dakak

setelah itu kita bergerak menuju istano baso pagaruyung, ini adalah replika kerajaan pagaruyung yang dulu berjaya tapi habis terbakar...:), tapi disini kita bisa ngeliat bentuk asli dari simbol yang biasa digunakan oleh restoran2 padang diseluruh dunia :), karna waktu itu masih  dalam tahap renovasi jadi hanya bisa diliat dari luarnya saja.

istano basa pagaruyung



setelah puas foto2 disini, saya kepingin ngeliat prasasti batu adityawarman yang terkenal itu, ternyata letaknya agak tricky, kecil dipinggir jalan gitu, nah pas lagi liat2 disini, saya tertarik dengan bangunan yang ada di depannya, cantik, mungil, asri, dan padang banget..pas saya deketin ternyata, orang yang jaga keluar..ternyata rumah ini adalah rumah raja pagaruyung waktu dulu, dan dengan antusias penjaganya cerita ttg sejarah rumah ini.., yang bikin saya tertarik adalah rumah ini bener2 dijaga kebersihan dan keasriannya, hebatnya lagi si penjaga bilang dia ga menarik bayaran, karna pemda setempat sudah memberi anggaran yang cukup untuk melihara rumah ini..*applaouse*



rumah rajo alam yang indah dan orisinal


dari sini saya beranjak ke atas menuju hotel di bukittinggi, karna hari sudah mulai sore, tentu saja saya sudah membayangkan makan malam dengan nasi padang di padang! :D, atas rekomendasi driver saya mencicipi rumah makan nasi kapau yang sering dikunjungi SBY kalo beliau mampir di bukittinggi...tentu saja enak, tapi buat lidah saya makanan disini luar biasaaaa pedasssnyaa...so hot! , setelah kenyang, kita menuju ke taman kota untuk melihat jam gadang..indah!, dan disini saya juga mencicipi sate padang yang dijual di pinggir jalan, dan ternyata ennaaaakkk,,,:D, baru sehari rasanya perut dah melarr..hahaha, but that what's life for isn't it ? :) always enjoy the food..kemudian saya menghabiskan malam di taman kota bukititnggi ini sambil memperhatikan aktifitas malam masyarakatnya..it's priceless bro!




-- Hari 2 --


hotel saya kebetulan terletak dipinggir the famous "ngarai sianouk" , jadi pagi2 setelah mandi lsg kita nyebrang untuk melihat ngarai sianuk...and damn! so beauty, kaya ngeliat lukisan 3D yang gueedeeee banget..., gak salah kalo orang2 bilang bahwa ngarai sianuk gak kalah sama grand canyon yang ada di Utah, Amerika ,dan katanya disini juga ada paket trekking ke bawah ngarai, nyusuri sungai2nya sekitar 4-5 jam jalan kaki, well kapan2 kalo ada kesempatan lagi boleh dicoba..


yang ga boleh dilewati adalah masuk ke goa jepang, yang katanya dulu adalah tempat para tentara jepang berlindung, dibangun oleh romusha, kalo kata guidenya waktu mulai di renovasi banyak ditemukan sisa2 tulang manusia, aura mistis dan lembab sih emang kerasa bgt..,masuk kesini lumayan untuk melatih kekuatan cardio anda, hehe soalnya lebih dari 100 tangga buat bisa masuk kedalam, dan juga sebaliknya pas keluar harus nanjak tangga lagi :).

so dark :)
didekat ngarai sianuk ini ada rumah makan yang wajib dikunjungi yaitu "Gulai Itiak Lado Mudo", tapi harus siap2 minum air putih yang banyak karna pueedesssnya ampun2 deh, tapi rasanya, ONDE MANDEE!! bebek empuk disiram dengan gulai pedas ijo...*ngileer lagi deh*



onde mandeee lezaatooo !

dari sini saya penasaran dengan rumah kelahiran proklamator kita bung hatta, letaknya ada didekat pasar bukittinggi..lagi2 saya terpesona oleh kerapihan dan perawatan rumah bersejarah ini, rumah kecil berasitektir gaya eropa ini benar2 dirawat oleh pemda setempat..well done!! , cukup banyak benda2 menarik disini, mulai dari surat2 yang pernah ditulis oleh beliau sampai sepeda yang dipakai beliau waktu remaja, masih ada disini bersih dan rapi! dan tentu saja melihat seperti ini saya pun dengan rela menyumbang untuk dana perawatan rumah ini, sehingga kelak di masa mendatang anak-cucu kita masih bisa berkunjung kesini dan kenal siapa sosok proklamator indonesia..


rumah kelahiran bung hatta

selepas siang kita rencana akan menuju ke daerah lubuksawo untuk melihat proyek minihydro yang akan dibangun, dan saat itu 2 mobil yang kita sewa mobil innova yang saya pkai drivernya tidak bisa bertugas, jadi dengan senang hati saya menyetir :). untuk sampai ke lubuksawo kita harus melalui kelok44 dan danau maninjau, driver mobil satunya sudah mewanti2 saya untuk selalu berada di belakang mobilnya karna kelok44 bukanlah jalan biasa yang gampang dilalui, sempit dan belokannya cukup patah, adrenaline saya pun terpacu..ketika mau mulai jalan ternyata jalan utama menuju danau maninjau macet total karna pasar tumpah, terpaksa kita harus memutar balik ke bukittinggi dan harus menempuh jalur alternatif..mobil pun meluncur ke arah ngarai sianuk, jalan kecil dengan turunan curam harus dilalui, ketika jalan mulai membelah ngarai sianuk, disinilah ketrampilan mengemudi sangat diuji, saya bisa katakan "it's not for begginner", saya telah menyetir hampir di seluruh jalan pelosok pulau jawa dari pelabuhan merak - sampai pelabuhan banyuwangi, dan juga pulau bali,  pelosok kalimantan selatan, dll ..., tetapi disini walau jalannya curam dengan tanjakan dan turunan, saya benar2 terpesona dengan keindahan alamnya, apalagi ketika jalan mulai membelah ngarai sianuk, dengan tebing dinding kiri kanan, dan pohonan rimbun...Subhanallah....priceless!

Test your driving skills here!

sekitar 2 jam, di jalanan kecil menembus hutan dan turunan, tanjakan tajam..sebuah plang polisi memberi peringatan untuk berhati2 karna kita akan memasuki area "Kelok 44" , saya pun mulai meningkatkan konsentrasi, tetapi ketika mobil melalui satu kelokan, tiba-tiba disuguhkan pemandangan eksotis danau maninjau yang sangat sangat indah..!!!, saya pun serasa jatuh cinta dengan maninjau :) , tak heran kalo presiden Soekarno pun pernah menulis pantun yang berbunyi : "Jika makan arai pinang, makanlah dengan sirih yang hijau, jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau".  kelokan demi kelokan saya lewati, banyak juga monyet2 melintas di jalan. tantangannya tidak hanya menyetir mobil dengan selamat, tapi juga menjaga agar para penumpang yang lain tidak merasa mual, dan akhirnya 44 kelokan pun saya taklukan, dan tibalah kami di lubuk sawo.

Maninjau nan elok
sunset di maninjau...indah!

setelah dari sini kami pun bergegas mencari makan malam di daerah padang panjang, saya pun kembali melewati kelokan 44, ternyata menyetir naik melewati rute ini jauh lebih menantang daripada turun tadi siang, kami pun bergegas agar paling tidak setelah matahari terbenam,  kami sudah melewati kelok44 ini.

2 jam perjalanan menuju padang panjang, kami menuju restoran bernama RM AIE Badarun, karna terkenal dengan usus isi tahunya...:), saran saya adalah lupakan diet, dan jika anda mengidap penyakit hipertensi dan kolesterol lebih baik hindari ato bawa obat anda jika masih ingin melihat mentari pagi esok hari :), semua masakan enaaaaaaak banget disini apalagi gajebo dan rendangnya.

gulai usus isi tahu
 setelah kenyang dengan usus isi tahu, rendang, gajebo, udang balado, dan masih banyak lagi..,guide kami menyarankan untuk mencoba duren bukittinggi, walau perut dah sesak dan mungkin tingkat kolesterol melonjak naik, tapi kok sayang banget rasanya melewati tawaran ini, jadilah kami berburu duren hahaha...dan memang benar benar lezaaatttt :)

-- Hari 3 --

 hari terakhir di sini, pesawat kami jam 18.30, jadi masih sempat untuk menelusuri objek2 wisata disini, pagi ini kami berencana ke arah kota payakumbuh sekitar 30KM dari bukittinggi, setelah sampai disana kami menemukan objek wisata bernama goa ngalau indah, dan kami pun langsung membelokan mobil dan mulai menanjak ke arah goa tersebut. cukup unik goa ini, terletak di lereng bukit payakumbuh..dalamnya terdapat stalaknit dan kekelawar :) , setelah puas berfoto2 dan menjelajah goa ini, kami pun langsung menuju kota padang, karna ingin melihat batu malin undang.., perjalanan cukup jauh sekitar 3 jam .


Goa Ngalau Indah
jalan berliuk2 kembali kami lewati dan akhirnya sampai juga di pantai air manis, pantai yang tenang, dengan ombak yang cocok untuk surfing, dan disini banyak banget tanda2 evakuasi kalo tsunami datang. tapi ketika melihat kondisi batu malinkundang yang sudah hampir tak terbentuk dan terurus ini ya sedih juga ya, padahal ini kan salah satu bentuk seni yang diwariskan oleh pujangga2 sumatra barat untuk membentuk cerita rakyat yang sarat dengan makna.

batu malin kundang
#abaikan

pantai air manis


akhirnya setelah menghabiskan sore disini, kami menyempatkan untuk keliling kota padang untuk mencari makanan sebelum harus kembali ke bandara.




well, banyak banget yang tempat yang belum saya sempat kunjungi, apalagi saya kecewa karna tidak dapat mencicipi sate padang mak syukur yang tersohor itu, karna sedang tutup, tapi mungkin ini adalah alasan buat saya untuk dapat kembali travelling mengelilingi sumatra barat.., tapi sungguh keindahannya tidak akan terlupakan :)...ONDE MANDE...

2 comments:

Yudi Darmawan said...

alhamdulillah saya udah kesana semua,
bakpackingan juga sama teman saya..
sumatera barat emang wokeee deeeh,
apalagi bukittinggi, keep walkin' mas, hehe

Unknown said...

hehe, iya emang keren banget, dan masih banyak yg belum ke explore :)